6 Alasan Buat Jatuh Cinta Sama Buku

Kita saat ini lebih enjoy mantengin televisi dan terkadang menjadikan aktivitas menonton itu sebagai alasan bahwa kita ngga punya waktu buat membaca buku. Padahal orang-orang di Jepang yang super sibuk selalu membaca buku dimanapun mereka bisa membaca buku. Entah itu berupa komik, novel, buku poengetahuan populer, atau minimal mereka membaca surat kabar.
DI negara-negara Barat, perpustakaan tidak pernah sepi pengunjung. Si Madinah, membaca buku adalah aktivitas utama setelah bekerja dan sekolah, bahkan perpustakaan tutup ketika malam sudah larut.
Apa yang bisa membuat mereka kecanduan membaca buku ? Ternyata ada beberapa hal yang bikin buku punya nilai “lebih” dibandingkan telivisi, radio, atau internet.
  1. Buku Selalu up to date. buku dari jaman Mesir kunopun sampai sekarang masih diocari orang. Gimaa enggak, buku selalu menyimpan informasi akurat, meskipun sudah berumur ratusan tahun. Bahkan semakin tua uisa sebuah buku, dia adalah benda yang semakin dicari untuk mengetahui data peradapan yang ada ketika itu.
  2. Buku selalu kaya Imajinasi. Pernah nggak kamu ngebayangin gimana bentuk sekolah Harry Potter ketika membaca novelnya sebelum di filmkan ? membayangkan bentuk sapu terbangnya dan membayangkan penyihir cilik itu berputar-putar dengannya ? Nah, kalau kamu pernah membayangkannya, maka itulah asyiknya membaca buku. Kita jadi orang yang kaya dengan imajinasi dan otomatis akan merangsang kita untuk mengembangkan ide-ide kreatif.
  3. Buku punya bahasan yang lengkap. Dalam buku, kamu kamu bisa dapetin informasi yang menyeluruh tentang topik yang kamu pengen tahu. Kalau menonton televisi atau browsing di internet, topik yang ditampilkan seringkali masih ada di kupsan luar, nggak mendalam, dan diambil hanya dari satu sudut pandang saja. Nah, disinilah dikatakan buku adalah jendela dunia. Kamu bakal tahu apa aja tentang suatu topik kalau baca di buku. Contohnya kita mau tahu tentang bagaimana cara menulis buku yang keren, kamu bakal dapet jawabannya dari A – Z dalam buku yang mengupas tentang bagaimana menulis. Kalau lupa atawa ngga ngerti, kamu bisa baca puluhan kali halaman yang memuat topik itu.
  4. Buku mudah dibawa. Coba bayangin kamu mesti bawa televisi kemanapun ? berat kalee… meski kini udah ada HP yang dilengkapi fasilitas untuk menangkap siaran televisi dan bisa akses internet langsung, tetep aja masih mahal, Bo ! Buku bisa kita bawa kemanapun, dibaca dimana aja, nggak mesti ketakutan dicopet.
  5. Baca nuku lebih santai. Duduk melototin monitar buat baca sesuatu di website lebih dari satu jam buat saya sangat menyiksa. Pegel banget dan bikin bete, Beda banget sama baca buku yang bisa di tutup entar, trus dilanjutin lagi beberapa menit kemudian kalau udah hilang pegalnya. Kalau baca diinternet terus ditinggal begitu, pasti yang kebayang mahal bayar sambungannya or kalau di warnet mahal bayar billingnya. gitu juga kasusnya dengan menonton televisi. Kalau lagi ngantuk nonton televisi  pasti ngga bakal bisa di tinggal, ada juga kalau ditinggal jadi keburu selesai. Udah gitu selesai nonton tivi m,aksimal dua jam biasanya malah jadi ngantuk ‘n malas ngerjain yang laen. Wah, yang kaya gini bikin kita ga produktif dan bikin otak tumpul, Gals.
  6. Buku bisa datengin kenalan yang Cute. Kalau nonton televisi or bioskop kamu bakal sibuk sendirian, apalagi kalau sedang connect di internet. Di toko buku kamu bisa sekalian jalan-jalan cuci mata dan bisa lihat “barang bagus” yang kali aja bisa jadi sobat baru buat kamu (asal jangan sampai kebablasan pacaran ya!).
Waks, banyak banget manfaat dan kelebihan buku dibanding televisi, radio, or internet ternyata ya?! nah, dari pada kamu ketinggalan jadi ornag yang engga nyambung ketika teman-teman kamu sibuk ngerumpiin hal-hal canggih yang mereka dapetin di buku, mending dari sekarang kamu juga gaul sama buku deh.
Kamu bisa melihat seisi dunia, lengkap dalam buku. tunggu apa lagi ??

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »