Kondisi hidup yang mendidik kepribadian kita…


Pepatah bilang ‘pengalaman adalah guru yang terbaik’, yups.. idealnya seperti itu sob, dengan kata lain ada banyak hikmah dari kejadian-kejadian dalam hidup kita yg bisa membuat kita lebih baek lagi.. tapi tak semudah itu sob, pepatah tersebut hanya berlaku bagi orang-orang yang berfikir, banyak diantara dari kita, kamu, gw, dan yang laennya yang jauh dari definisi orang-orang berfikir… guru gw pernah bilang orang berfikir tu bukan orang yang pintar tapi orang yang memandang bahwa 1 + 1 adalah lebih dari 2, orang yang memandang ada hal lain yang tentunya bermanfaat dari suatu kejadian.
Kita sepakat bahwa takdir dari tiap orang berbeda dan efek ataupun hikmah yang ditimbulkannya pun berbeda pula… bagi gw semua keadaan hidup gw sekarang banyak mempengaruhi sikap dan mental gw dalam memandang hidup. Tidak sedikit orang2 disekeliling gw memandang berbeda tentang diri gw, tidak jarang mereka bilang gw pendiem, apatis, keras, kaku, somboong, dan yang laennya… hak orang laen tentunya buat memandang gw seperti apa, tapi bagi gw selama tindak-tanduk gw ga melanggar hak mereka gw santai aja nyikapi apa yang mereka bilang..
Gw belajar memahami dan mencari hikmah dari semua takdir yang terjadi dalam hidup gw, baek itu takdir buruk atau senang… kalau pun beberapa tahun ini gw ngalamin takdir yang tidak menyenangkan seperti dicemooh orang, konflik dengan saudara, kehilangan rumah, mengidap penyakit berat… meski ada banyak hempasan nafas berat dari dada gw tapi gw coba jalani terus sob… gw berusaha menjadi orang yang berfikir, memandang semuanya dari sudut objektifitasnya takdir.
“Alloh SWT tak akan memberikan cobaan diluar kemampuan makhkamuknya”

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »