dream and run

pa yang terjadi di kehidupan kita semuanya bukan sebuah kebetulan kawan. Gue ketemu temen SD tadi pagi, mimpi aneh lu tadi malem, cuaca cerah di sore ini, malem ini koneksi internet yang lelet, temen gue yang di follow mantannya, dan kejadian lainnya yang menurut nalar kita adalah sebuah kebetulan. Tuhan telah mengatur semuanya untuk terjadi kawan, dan tak ada yang namanya Kebetulan.
Adabeberapa hal yang Tuhan serahkan kuasanya kepada kita, seperti pilihan menjadi orang baik ato jahat, menjadi seorang yang cerdas ato seorang yang licik penipu orang melarat, menjadi bahagia ato sengsara sampai ujung hayat. Tuhan menyerahkan pilihannya kepada kita, kecuali urusan umur, rizki, jodoh.
Lantas apa kita akan sia-siakan, dan hanya sibuk nyari alasan untuk menutupi kemalasan kita dalam mengejar sesuatu yang indah, entah itu karir, pendidikan, jabatan, uang, menjadi terkenal, ato cita-cita berharga lainnya. Jutaan orang sukses berbisik pelan ke telinga gue kawan, “bermimpilah.. ayo bermimpi dan jangan batasi mimpimu.. bermimpilah yang indah, seindah yang kamu inginkan.. lalu bangunlah.. kejar semua mimpimu tadi dengan berlari penuh semangat..!”.
Mimpi itu perlu kerja keras, perlu strategi, perlu pergerakan, perlu doa, perlu waktu, perlu sabar, perlu ikhlas, dan lu harus ngotot agar tu mimpi berkobar terus dalam benak lu, dan akhirnya hanya menjadi sejarah karena mimpi itu telah lu gapai.
Mulailah berlari meski terasa berat buat lu melangkah, karena satu langkah pertama akan diikuti ribuan langkah berikutnya. Jangan cemas hanya karena yang lu lakukan sekarang seperti tidak berguna, karena semuanya seperti puzzle, yang lu lakukan sekarang adalah seperti satu serpihan puzzle yang berharga untuk melengkapi serpihan puzzle kesuksesan lu ntar.
Jangan peduli dengan semua komentar pahit dari orang-orang, terus melangkah dan terus ngotot untuk mewujudkan semua mimpi lu. Semangat…! :D

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »