Menyalah Gunaan Pangkat Menjadi Petaka


Hari minggu, hari bersih-bersih nasional karena siswa-siswa seluruh pelosok negeri libur, dan saatnya misi mingguan dijalankan. Membersihkan seluruh pelosok rumah dari ujung barat sampai ujungt timur dari utara keselatan *kaya lagunya wali yang mencari jodoh ya heheheh maklum jomblo hawanya mencari jodoh mulu*.
Pagi-pagi komandan dirumah gw udah menpersiapkan pasukan untuk apel pagi(sholat subuh), “sssiiiiiiaaaaaapppppppp grrraaaaakkkkk…!!! Bunda hitung 10 kali kalau tidak keluar ibunda bom bangkernya…!!! Sepuluh…Sembilan…delapan…tujuh…enam..lima..empat…*heheh gw masih nyantai tiarap dibawah kain anti peluru(selimut kesayangan gw)*…tiga...*adek-adek gw yang pangkatnya dibawah gw sudah siap dilapangan(mushola) untuk melakukan apel pagi*…dua..satu…” Dduuaaaaarrrrrr glodthak..glodhak..duuuaaarrrrr*suara pintu brondong peluru senjata bremm dan AK47* “nda…banguuunnnn…!” teriak komandan(ibunda gw) dari luar barak pertahanan(kamar gw).
“siiiaaapppp ndan laksanakan…!!!” gw lari dari dalam barak ke tempat apel tanpa melihat kebelakang dan barak pun meledak duuuaaaaarrrrr *berjalan slowmotion, hehehehe keren kaya difilm-film action gitu kwkwkwkw :D*. Setelah apel pagi gw dan pasukan yang laen(adek dan sepupu-sepupu gw yang kebetulan nginep dirumah gw) disiapkan/dibariskan untuk briefing untuk melaksanakan kewajiban misi mingguan. “bunda mau melaksanakan tugas dulu, mengumpulkan data bersama temen agen bunda di tempatnya bu RT, karena telah ada informasi terbaru dari kode merah. Putra kamu sebagai kapten dirumah ini, ibunda pasrahkan semuanya ke kamu..!!! pokoknya ibunda tidak mau tahu, kalo ibunda pulang markas harus sudah mersih..” perintah bunda ke gw *ow iya yang dimaksud mengumpulkan data oleh ibunda gw adalah informasi tentang orang didesa sebelah*.
Bersama teman-teman agen lainnya maksudnya ibu-ibu arisan, dengan kata lain mereka dirumah Bu RT ngerumpi/menggosip tentang targetnya(orang yang idup didesa sebelah). Memang para ibu-ibu arisan kompleks gw jago banget tentang mengumpulin data seperti agent rahasia professional. Busset cepet banget nyebar infonya. Contohnya temen gw yang tertangkap basah nyolong dalemannya Bu RT dipagi hari, tak sampai sepuluh menit sudah nyebar sampai satu RT, lima menit kemudian sampai se kelurahan, dan satu jam kemudian sampai satu kabupaten tahu tentang kasus itu, absurd gw sampai parno kalo dikompleks rumah gw.
“Siiiap komandan… laksanakan…kepada pengambil apel hormat grak…!tegaaakk grakkk..!!!, lapor apel pagi telah dilaksanakan laporan selesai!!” jawab gw. “bubarkan..!!” perintah ibunda gw. “bubarkan…!!! Untuk melaksanakn tugas balik kanan bubar jalan..!!”. adek-adek gw langsung menghela napas dan manyun cemberut. Selang beberapa saat ibunda langsung melaksanakan tugas pengumpulan data bersama teman-teman agent rahasianya.
Gw sempet liat di sekitar kompleks para pasukan dari battalion(anak-anak tetangga) lain pun sedang melaksanakan misi mingguan mereka(bersih-bersih rumah) yang ditugasi oleh komandannya masing-masing yang kini sedang bertugas dalam misi pengumpulan datanya di markas pusat(rumah Bu RT). Gw langsung mengambil alih barisan “siiiaaaaappp graaakkk…!!! Lencang kanan grak…tegak grak..!!istirahat ditempat grak..!!!”perintah gw sebagai ketua dari adek-adek dan ponakan gw.
            Gw                   : “kalian tahu kenapa kakak kolonel memanggil kalian..?”
            Pasukan          : “siiaaappp…Tiidaaakk…!!!”
            Gw                   : “kalian saya kumpulkan disini untuk kakak kolonel beri tugas…!!! Dengarkan baek-baek..!!! kakak kolonel tidak akan mengulanginya… sunan menyisir disebelah timur dan selatan markas..!!! ayuk  menyisir didalam markas…!!! Kasih menyisir di barat dan utara markas…!!! Pokoknya sampai bersih…!”
            Sunan              : sambil mengacungkan tangan “intrupsi kolonel… tugas kolonel apa…?”
            Gw                   : “tugas kakak kolonel sebagai penanggung jawab markas dan mengawasi kalian..!! pokoknya harus bersih kalo tidak bersih kakak kolonel turunkan pangkat kalian..!!!mengerti…!!!”.
            Pasukan          : “siap..mengerti..!!”
            Gw                   : “laksanakan…!” gw langsung masuk kemarkas dibawah kain anti peluru(kekamar tidur karena tadi malem begadang heheheh:D).
            Pasukan          : “siap..laksanakan..!!!”
            Setelah gw masuk ke markas untuk berlindung, para prajurit pun berjaga menyisir sekeliling markas(membersihkan rumah). Sekarang giliran kapten ayuk mengambil barisan “siiiaaaaappp graaakkk…!!! Lencang kanan grak…tegak grak..!!istirahat ditempat grak..!!!”.
            Kapten ayuk   : “kalian berdua tahu kapten mengumpulkan kalian disini…?”
            Pasukan          : “siap… tidak..”
            Kapten ayuk   : “kapten akan melaksanakan misi untuk menjaga markas melalui satelit(Facebook-an dan twitter-an), kapten membutuhkan sersan kasih..!!! prajurit sunan kamu akan dilindungi sersan kasih dari markas..mengerti!!!”
            Prajurit sunan            : “mengerti kapten.. tapi kapten an..?”
            Kapten ayuk   : “tidak ada tapi-tapinan…kerjakan!!”
            Prajurit sunan            : “kenapa saya melaksanakan tuagas sendirian kapten…!”
            Kapten ayuk   : “karena kamu pangkatnya paling rendah disini, dan prajurit tidak sendirian melaksanakan tugas ini. Tugas kami lebih berat, sersan kasih bertugas mengawasi daerah markas(nonton TV) kalo salah sedikit markas akan jatuh ketangan musuh, tugas kapten ayuk melacak serangan yang akan datang melalui satelit(facebook-an dan twetter-an), apa bila salah sedikit dan markas diserang markas akan hancur. Dan tugas terberat adalah kolonel putra(tidur) dia adalah pemimpin pasukan ini kalo dia lengah siapa yang memimpin pasukan ini..khaha…?”
            Prajurit sunan            : “owww gituya.. siap laksanakan…!!!”
            Entah bodoh atau lugunya simanusia iguana ini nurut adja apa perkataannya ayuk. Dia membersihkan seluruh halaman rumah.trus gw punya firasat kalo komandan akan segera tiba, jadinya gw menyuruh manusia iguana untuk beristirahat dan gw persilahkan untuk tidur dkamarnya. Dan firasat gw pun terbukti komandan datang dengan mengendarai pansernya(Yamaha mio). Gw karena sebagai ketua pasukan sementara langsung membawa senjata(sapu) tak jauh beda dengan kapten ayuk dan sersan kasih menempatkan diri dan memberikan sambutan karena telah kembalinya komandan ke markas. Hanya prajurit sunan yang tidak bersiap dilapangan karena mungkin dia kecapean membersihkan markas tadi.
            Komandan pun melihat kami melakukan tugas dengan baek, dan dengan senang hati kami berteri makasih karena kami dinaikkan pangkatnya. Komandanpun melihat prajurit sunan yang santai-santai di baraknya diapun diturunkan pangkatnya menjadi tukang cukur tentara. Heheheheh :D kasian sekali adek ku si manusia iguana ini(sunan) karena dia pemegang pangkat terendah dirumah ini dia tidak bisa terselamatkan lagi…!!!
            Diapun melakukan keahliannya yaitu acting didepan ibunda gw. Dengan menangis gulung-gulung dilantai sampai dia mengancap akan menatapkan kepalanya ke pintu. Dan ibunda gw pun menenangkannya “jangan kamu tatapin kepala kamu ke pintu…!!!” sunan menjawab “kenapa bunda…? Bunda sayang sama sunan…?”. Ibunda gw menjawab dengan entengnya “bukan masalah itu sunan…!! Masalahnya itu pintu terbuat dari pintu jati kalo rusak mahal belinya…!!!” manusia iguanapun tambah tancap gas nangisnya “kalo gitu sunan makan nie piring”. “jangan nak…nanti kalo kamu makan piringnya..nanti siang kita makan pake apa..? diganti adja deh jangan makan piring..!! makan bamboo di belakang rumah adja sana kan lumayan untuk membersihkan pekarangan belakang rumah….!” Heheheh ternyata ibunda gw lebih sayang ama pintu dan piring nya heheheh :D kasian manusia iguana.

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »