Tempat Duduk Menentukan Prestasi, kuis Kalkulus.


            Wah kemaren quis kalkulus, seharian dan malamnya juga nggak tidur karena nggak tenang saat memejamkan mata, karena malam nya telah pede belajar kalkulus jadinya, santai adja sebelum kuis biasalah narsis dulu. Dan... berikut adalah sekema tempat duduk saat quis dikelas.


Keterangan :
1.     Tempat duduk dosen kalkulus.
2.    Pintu keluar, pengalih perhatian bu dosen, semoga adja diluar ada UFO lewat. Dan juga sebagai puntu darurat apabila ada yang muntah rumus.
3.    Tempat duduk paling depan, langsung berhadap-hadapan dengan bu dosen. Kalau dikursi ini ada papan hitam putih. Mungkin bu dosen ama yang duduk dikursi ini akan main catur.
4.     Jendela luar, pengalaih perhatian kedua, apabila pintu keluar gagal menjadi pengalih perhatian jendela ini mungkin membantu, moga adja ada elang yang nyasar nambrak jendela.
5.    Tempat duduk gw, the hot shit.
6.    Tempat duduk alfina, temen sekelas yang bisa gw andalkan sewaktu darurat.
7.    Tempat duduk emha, sebagai pelindung  gw saat ada siluman rubah menyerang(dosen makul kalkulus).
8.    Tempat biasanya dosen kalkulus berlabuh, sewaktu capek duduk terus.
9.    Tempat duduk dimas,  temen sekelas yang bisa juga gw andalkan  untuk membantai siluman rubah(dosen makul kalkulus).
10.  Seekor naga, Alat peralih perhatian yang ketiga, apabila yang alat 2 dan 4 nggak berhasil mungkin hewan peliharaan nya dean yang satu ini bisa membantu.
11.  Dan apa bila dalam waktu yang sangat diperlukan jurus menakut-nakuti dosen juga bisa dilakukan, jurusnya jack mengubah mukanya seperti barongsai.
12.  Tempat duduk raiendy, adalah alat untuk bunuh diri, saat gw nengok kebelakang maka siluman rubah akan mengeluarkan jurus pamungkasnya, dan niscaya satu ruangan kelas tidak akan selamat.
Gimana ceritanya saaat quis putra...??? jawabanya nocoment, gw takut entar kalo yang bersangkutan membaca blog gw. Bisa-bisa digantung gw..

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

komentar
5 November 2012 05.40 delete

@rizal : hehehehe iyabos makaih krena dah baca

Reply
avatar