Amnesia Karena Kalkulus


AAAAaaaaa kepala ku pusinggg….!!!!! Aaaarrrrrrhhhhh (suara aneh keluar dari lubang)… 2 minggu ini kehidupan putra tertekan, terjepit, terlindes, terpukul oleh rumus dan angka-angka dari kalkulus. Kehidupan sudah tak normal lagi, setelah menghadapi Uas kalkulus kemaren bener-bener plong sekarang(maksudnya hilang ingatan).
Sehari sebelum pertarungan gulat melawan juara bertahan *Kalkulus si alan*,
sudah diadakan simulasi dan permodelannya (wisssthhh kwkkw Anak Komputasi abissss) melakukan kerja kelompok dimana-mana, melakukan responsi dangen kakak angkatan yang mendapat nilai A di ITB(Institute Tekom Bandung), dan begadang ngerjain soal dan tidur jam 3 malam.
Karena udah melakukan persiapan dengan matang ya kira2 kira udah 99.9 % Anti ketombe(iklan shampoo). Masuk kekelas dengan santai duduk rilek, dan kakak penjaga ujian mendekat dengan mengasih sebendel soal, dan didalam hati putra berkata “ciaaahhh Cuma  5 soal doing mah cetek” Itu perkatahan sebelum melihat soalnya.

Setalah melihat soal perut langsung mual-mual udah kembung ama angaka yang rumit. Tik..tokk..tiikk.tookkk waktu berjalan 5 menit menulis nama dilama-lamain supaya kelihatan pinter, tik…took…tiikk…tokk waktu berjalan 10 menit garuk-garuk kepala(banyak ketombe maklum anak kost nggak mandi 1 abad).
Tik…tok…tik…tok… 1 jam berlalu, Cuma ngelihat2 soal ngak ada yang bisa dikerjain kertas kosong, waktu kurang 1 jam belum ngerjian sama sekali *nangis darah,, Yaa tuhann berilah hambamu pertolangan *. Waktu kurang 30 menit lagi,, keringat mengucur deras.. dan tiba2 tiba ada angina berhembus dan sukmaku kembali. Tangan langsung bergerak sendiri, dan soal pun terjawab semua.. tapi putra nggak tahu apa yang ada ditulisan tersebut ..

Langsung hilang ingatan(amnesia), “aku dimana…??” pertanyain itu muncul. “ aku siapa…?”.. kenapa aku ada disini..?...tau-tau keluar darah dari kepala,, dari lubang hidung..sekujur muka jadi jelek*bukanya diari dulu ya*. Hehhe semoga nilai kalkulus putra nggak menjijikan lagi seperti dulu.
Amin..

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »