Oleh-Olehnya Mana...???



Yaahhhh liburan udah selesai, sekarang dah sampai bandung lagi, perasaan nie liburan pendek amat yaaaa. Cuma 2 minggu dirumah, mana kerasa …??? Emang nie kampus IT Telkom emang selalu luburannya paling akhir dan masuk perkuliahan paling awal. Kalo dilihat kekampus-kampus laen liburannya hamper 1 bulan, wah kalo liburan segitu lama, masuk kekampus lagi dah pada lupa temen sekelasnya tuh. Hehehhe :D

Heemm kalo awal perkuliahan gini ni ada enaknya ada nggaknya, kalo g enaknya ya kebiasaan kita yang saat liburan bermalas malasan dan kerjaannya Cuma tidur mulu, sekarang harus bangun pagi dan tidur malem,(Belajar…?? maen PES). Dan enaknya adalah stok bahan pangan di kostan dan di kelas full.
Pulang dari kampong, pasti pada bawa oleh-oleh khas dari asal daerahnya masing masing, di kostan banyaksekali cemilan dan dikelas pada bawa oleh-olehnya dan dimakan bareng-barang. Heheheheh bagi kehidupan anak kost hal seperti ini adalah surga, nggak perlu mengeluarkan nyawa*UAng* untuk menyambung hidup.
Ada keunikan dari griya yang selalu jadi pikiran dan ganjalan dihati saat pulang ke griya,, apakah itu…?? Yups munjul rumus baru didunia Oleh-oleh = kunci griya. Jadi barang siapa yang pulang ke griya nggak bawa oleh-oleh pasti g bakal di bukain pintu, dan nggak bakal tenang hiddupnya selama seminggu. Gimana nggak tenang, setiap ketemu sama orang, seharusnya sebagai keluarga menanyakan tentang kabar saudaranya, lha ini bru ketemu pasti dan tidak bukan menanyakan tentang oleh-oleh.
“putra mana oleh-olehnya..???”, “putra Baju batik pesenanku mana…???”, “no oleh-oleh no entery”. Persetan semua, mereka pada nggak bisa ngerti’in putra yang lagi sakit hati karena IP kurang memuaskan. Yah mau gimana lagi, kalo soal makanan anak-anak kost itu udah pada kaya buaya yang puasa selama satu abad, g bisa ngelihat makanan enak ngangur sedikit. .

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »