BErhenti Sejenak


Sesak rasanya ketika semua masalah datang tanpa henti, mengalir begitu deras seperti amukan ombak menerjang karang di pantai. Beribu usaha tercurah demi sebuah cita-cita, namun tak kunjung memperlihatkan hasil yang diharapkan. Semangat yang membumbung tinggi di awal perjuangan kini mulai meleleh seiring berjatuhannya peluh yang keluar dari setiap pori-pori tubuh ini.


Ingin rasanya pergi menjauh dari semua yang ada walau hanya sebentar. Pergi keliling kota, atau menjelajah alam dengan Kaki ini, memotret semua objek indah dengan kamera kesayangan, nonton film romantis dan makan malam bersama kekasih tercinta, atau mencari makanan tradisional ke pelosok-pelosok kampung. Ini bukan tentang berhenti melangkah lalu tinggal diam, namun hanya sekedar mengatur kembali nafas yang sempat terengah-engah, mengatur langkah yang sudah terseok-seok, dan mengelap keringat yang membasahi dahi.
Bukankah setiap perjalanan selalu ada perhentian? Dengan harapan perjalanan berikutnya akan terasa lebih nyaman.  Semoga dalam perhentian ini Tuhan berikan rahmat-Nya kepada si pejuang mimpi ini, untuk wujudkan semua mimpi dan cita-cita. Kau Maha kaya dan Maha kuasa atas segala sesuatu, berikanlah rahmat-Mu yaa Rabb.
Amiinnnn ….!!!!

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »