Sebuah cahaya dalam pintu



Aku punya cerita,
Idenya saat tengah malam datang.
Aku berada disebuah taman...disana
banyak orang yang berkumpul entah kenapa...?
Wajah mereka pada tertunduk lesu, tanpa kata,
tanpa suara yang terdengar, hanya hening...

suara angin terdengar dipucuk cemara yang gaduh.
Dan entah apa yang mereka tunggu...
Entah apa yang mereka harapkan...
Tetapi aku melihat jelas, wajah-wajah cemas
terkapar diantara mereka.
Mereka menatap dan berharap melihat sebuah ruang.
Aku takut, akan larut dalam suasana itu...
Akupun berkulat dan saling serang dengan pikiran ku
Untuk menduga apa yang akan terjadi...
Akupun seketika tak berdaya melihat orang berbaju putih
Keluar dari ruang dan menyeret karung berisi
Sekarung emas dan permata kesediahan.
Dan aku pun terbangun dari lamunan
Dan itu hanya kosong...
Sragen, 13 juni 2012




Ikusuma putra

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »