Ingat Pembalasan Itu Bakalan Lebih Kejam -part 1

Tanggal 4 mei 2013, hari kelahiran si rafif yang ke 19 tahun, so pasti kita rayain donk, karena si doi g ada di tempat, dia melarikan diri pulang kerumah, jadinya tanggal ngerjainnya di delay ketika dia datang ke griya. Hmmm 3 hari kemudian dia datang dengan membawa upeti(oleh-oleh berwujud bola-bola coklat) yah namanya juga anak kost kalo ngelihat makanan gratis atau sesajen sudah lupa akan penyiksaan yang telah direncanakan itu. Hmmmm ckckckc

Tapi sogokan bola coklat itu Cuma bisa bertahan 10 jam, setelah selesai ngaji magrib seperti biasa kami anak-anak 2012 keluar bareng untuk makan malam. Yah nggak seperti harapan si rafif nggak mau bayarin *waaahhhh bakar aja tu orang*, oke karena properti untuk menyiksa si rafif udah udah kebeli, dari saat dia melarikan diri waktu ulang tahunnya kemaren, nggak mau Cuma kebuang sia-sia dong.
Gunakan kami...gunakan kami...gunakan kami... (teriak para properti penyiksaan rafif dipimpin oleh tali rafia, tepung, dan telor.) hahah karena putra orangnya demokratis oleh karena itu putra mengabulkan permintaan orang banyak(para properti). Oke-oke langsung adja setelah makan putra dan anak-anak mengajak rafif ke SC (Student Center) IT Telkom untuk menonton final olimpiade it telkom.
Setelah melihat final basket, final miss olim yang membuat mata seger plus memicu tawuran di dalam SC, Melihat kemenangan CMS (perwakilan dari mahasiswa fakultas sains it telkom) menjadi juara futsal IT TELKOM 2013. Setelah selesai pada jam 12.30 WIITT saatnya pengeksekusisan sirafif dimulai, sebelumnya si rafif putra ajak untuk selebrasi bareng anak sains supaya dia lupa dengan ulang tahunnya.
Disisi lain anak-anak udah pada diposisinya, lalu sesusi rencana rafif, putra ajak  pulang saat diluar rafif kami tangkap dan kami ikat ditiang semua anak-anak yang keluar dari SC melihat kelakuan bodoh kami dan mempermalukan si rafif didepan orang-orang yang melihat dia disiksa.
Ceplok... terdengar suara telor yang pecah dari dalam celana rafif(bukan.. bukan telor yang itu.. sebelum itu telor ayam yang dimasukkan ke dalam celana rafiflah yang dipecahkan mas hanung) heheh untung mas handung nggak salah memecahkan telor, kalo salah bahaya masa depan anak keturunan si rafif bisa terancam punah dari peradapan, hahah mungkin mas handung udah akhli kali ya kekek.
Di tengah penyiksaan keluarlah beberapa nama hewan dari mulut si rafif semua saudaranya yoku disebut, hmmmm *jangan ditiru* sebelum difoto sirafif udah kaya limbat yang bisa memutus ikatan dari rantai besi(tapi kalo ini fersi Kwnya karena ikatannya dari tali rafia). Setelah lepas dari ikatan rafif terlihat lebih mirip ayam yang ditepungin siap digoreng daripada limbat, karena warna putuh dari tepung dan telur bercampur jadi satu dibadannya, tinggal digoreng aja ni anak. Heheh
anan jelek banget dah, nggak bantuin ngiket
saatnya menyiksa rafif
ini motornya juga ikut kena imbasnya, karena si rafif kabur.
Setelah dia lepas kami semua berhamburan bersembunyi untuk menghindari pelukan maut si rafif. Karena tadi kacamatanya putra umpetin jadinya dia kagak bisa ngelihat, dan semua orang yang adadisekitarnya dia katain, hahahah dan puncaknya dia ngambek dia menghilang ditelan jaman. Kami nggak tau kalo rafif kemana, mungkin dia menceburkan diri kegot yang dalem banget itu karena kemaluannya terenggut oleh para mahasiswa yang habis liat final di sc tadi.
Kami mencari rafif kemana-mana sampai mencari kepelosok bandung *lebay* dan akhirnya kami temukan dia sudah berpakaian rapi plus habis mandi, dia sedang nongkrong didepan laptopnya. Anjir nie anak dicariin malah asik-asik maen laptopnya. Setelah itu dia berkata “liat aja put, pembalasan itu lebih kejam”.
                         

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »