Kemenangan GMFC Yang Tak Terduga (Pembuktian Keajaiban Taat Kepada Pemimpin)

 Kekalahan terakhir membuat kami sadar bahwa jangan meremehkan lawan, bagai manapun bola itu bundar. Kekalahan tak terduga melawan coper fc bukanlah akhir dari segalanya, karena GMfc juga lolos ke putaran perempat final, disesi ini ada 16 tim yang berpeluang untuk menjadi juara. Kali ini GMFC akan bertanding melawan keluarga pak ukar, yang membuat tim sendiri yaitu Mitra ukar.
Sebelum pertandiangan banyak orang meragukan GMfc untuk memenangkan pertandingan kali ini, karena menurut orang-orang yang pernah melihat pertandiangan mitra ukar, mereka mencoba memperingati kami bahwa mitra ukar memiliki tim yang kuat, tendangannya keras-keras dan memiliki pertahanan yang kuat.

Tapi GMFC bukan lah tim yang lemah seperti yang dibayangkan orang-orang, mereka memandang kami sebelah mata karena melihat pertandingan kami terakhir melawan coper fc. Putra akui bahwa kekalahan kami melawan coper fc adalah mutlak karena coper bermain dengan bagus dan GMFC gagal mengeluarkan kemampuan yang biasanya dan sesikit meremehkan kemampuan coper.
Akan tetapi kali ini GMFC akan bertanding dengan sepenuh hati, dengan sak pol kemampuan yang kami miliki. Setelah sholat magrib para pemain GMFC bersiap untuk menuju lapangan, walaupun hujan badai menerpa *lebay, pahal Cuma gerimis* kami tetep berangkat. Sampai sana kami masih melihat pertandiangan sebelum kami dulu sambil pemanasan *buka tas ambil hp browsingan, pemanasan jempol*, sebelum bertanding kami membicarakan strategi yang akan kami gunakan nantinya.
Tak lama kemudian tim mitra ukar datang, wah mereka gede-gede juga badanya, pantes banyak orang yang bilang tendangan mereka kenceng-kenceng, wah jadi penasaran sekenceng apa tendangan mereka heheh *sombong bener gua hahah*. Buset dah mereka nggak pemanasan dulu apa gimana gitu, setelah pertandingan yang ada dilapangan selesai, tim mitara ukar memasuki lapangan tanpa adanya pemanasan *wah udah terlampau jago mereka, pemain sehebat messi pun kalo mau olahraga kudu pemanasan dulu*.
Yah sebagai tim yang diragukan menang, semangat kami menggelora, berapi-api, mengebu-gebu, seperti badai tornado yang tak bisa dihalangi*lebay lagi kata-katanya*, kami berdoa dahulu dan menyusun strategi. Seperti biasa memasuki lapangan tanpa rasa tegang sekalipun, karena udah biasa sih untuk pertandiangan semacam ini bahkan lebih besar lagi pertai pertandingannya yang pernah putra lalui saat diSMA *hahah sombong lagi gua maaf-maafya*.
“Pprrrriiiiiiiiiiiiiittttttttttttttt...” suara puluit tanda pertandiangan dimulai.
Baru kik off di oper ke belakang, “JJJdddaaaaarrrrr” sudah ada tendangan dari jauh, plllaaaakkk... bolanya putra tepis dan out “yaahhh Cuma segitu doang ? jangan ngeremehin putra lah kalo tendangan jarak jauh dan kekuatannya Cuma segitu mah enteng, emang nggak ada yang lebih keras lagi ya ?” *hahah sombong bener gua..pdahal tangan rasanya panas banget heheh*.  Djeeedddaaarrr......ccceeettttaaarrr..ceeettaa dendangan beruntun, bertubi-tubi tapi masih bisa teratasi..hahah semakin kuat aja tim ini.
Setelah mendapat tekanan di beberapa menit awal, GMFC bangkit setelah menemukan pola permainan yang diinginkan, gmfc berbalik menguasai bola dan ganti menyerang mitra ukar. Hasilnya luar biasa dengan cepat lini depan yang dipelopori oleh mas yusuf dan rossid mampu menjebol gawang mitra ukar 3 kali, skor sementara 3-0, sampai di penghujung babak pertama GMFC masih buas menyerang, karena pertahanan mereka semakin diperketat, membuat kualahan lini depan GMfC.
Karena GMFC focus didepan, pertahanan menjadi melonggar, dengan serangan balik yang cepat mitra ukar mampu melesatkan tendangan yang kenceng ke gawang putra. Heheh sebenernya sih kalo ditepis nggak kejebolan, tapi biar kelihatan ganteng putra mencoba nangkap bola, bola udah ditangan tetapi karena tendangnnya kenceng jadinya lepas dari taangan putra, dan yahhh gooll. Dengan itu selesai juga pertandiangan babak pertama.
Lalu babak kedua dilanjutkan dengan serangan intensif dari GMFC ke gawang mitra ukar, banyak sekali tendangan keras yang diluncurkan dari awak GMFC tapi bola masih dapat ditepis oleh kiper lawan, dan kebanyakan sih diselamatkan oleh gawang alias membentur tiang*ini hasil karena saat latian anak-anak GMFC, jago-jagoan nendang bola untuk membentur tiang, begitulah jadinya*. Putra kasihan sama tiang gawangnya, coba kalo dia manusia pasti udah bonyok ti tiang kena jebret tendangan kenceng.
Karena focus didepan, dengan nafsu untuk menggempur lawan plus menjebol gawang lawan. Para squad mitra ukar yang sangat dingin dan tenang menghadapi serangan gmfc dapat mengantisipasinya(ini lah kelebihan mitra ukar dari tim-tim lain mereka bisa tenang menghadapi gempuran dari gmfc). Dengan serangan balik yang cepat putra 1 on 1 dengan pemain mitra ukar, yahh jebol lagi ini gawang.
Gol tadi terjadi karena kurannya ko’ordinasi antara pemain belakang dengan kiper, selang beberapa menit bisa diatasi serangan dari mitra ukar, tetapi setelah mendapat pola permainan, gmfc sibuk lagi didepan, lini belakang menjadi longgar kembali, dan mitra ukar tidak menyia-nyiakan kesempatan mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Para penonton sorak sorai, karena disuguhkan pertandingan yang menegangkan dan penuh greget. Pertandingan yang menarik untuk dilihat, dengan pertandingan yang cantik. Pertandiangan kurang sedikit lagi selesai, kami berjuang untuk menahan seranganyang kuat dari mitra ukar yang bertambah bringas setelah menyamakan kedudukan.
Akhirnya peluit panjang berbunyi dengan skor 3-3, terpaksa pertandiang dilanjutkan dengan adu pinalty, ddjjjeeedddaaarrrr ini adalah fase yang paling nggak enak buat kiper, karena harus menggagalkan tendangan dari algojo-algojo pemain lawan,. Dimana semua pemain tim, supporter, PPM RJ dan banyak lagi. Mempercayakan gawangnya kepada putra, jadi lanjut-tidaknya GMFC kebabak selanjutnya tergantung bagai mana putra bisa menepis tendangan atau tidak.


pertandingan yang menenagkan
“tenang aja kalo kita masih ada olimpiade(untuk anak-anak griya) yang bakalan lebih menyenangkan) kalo menang syukur, kalo kalah nggak apa-apa’ kata mas hadi untuk menenagi putra.
“slow put habis ini kita maen dota sampai pagi..” mas angga menambahin supaya putra nggak gugup.
“kalo kita menang, kita makan sea food oke..”kata mas abi memberi semangat. Wah mati aku, kalo dikasih tantangan makanan begini, nggak ada kata ampun bila putra nggak memenangkan pertandingan, bisa-bisa putra yang dijadikan seafood ama anak-anak, tau sendirilah anak griya bila dikasih makanan pada brutal, dan sangat kejam.
Saatnya show time, penendang pertama dari gmfc, si rafif yang jadi Algojo, mas lanang mempercayakan tendangan pertama diambil oleh rafif, sebenernya si rafif nggak mau dan mau mengelak, tapi apa boleh buat karena mas lanang(ketua pengurus griya) yang minta, si rafif taat untuk melaksanakan tugasnya. Ceeetaaarrr rafif mencetak gol dengan tendangan yang kenceng, padahal sebelum-elumnya si rafif tendangnnya nggak pernah sekenceng ini *keajaiban taat*.
Sekarang giliran putra untuk beraksi, sebelum kebawah mistar gawang, mas lanang memberikan nasehat untuk tenang dan berdiri tegak di tengah, karena melihat rafif yang taat, putra juga taat kepada mas lanang untuk tetep berdiri tegak ditengah dan focus kepada bola, bola ditendang kesebelah kanan dengan kencang putra bisa membaca pergerakan akan tetapi putra terlambat dan bola bersarang dipojok kanan gawang.
Semua memberikan semangat kepada putra, sekarang giliran rossid yang nendang rossid dikenal dengan tendangan yang sangat keras, djedar bola bersarang di pojok kiri gawang. Lalu dilanjutkan putra lagi yang jaga, putra coba taat kepada nasehat mas lanang lagi, djeder bola mengarah kesebelah kanan lagi dan putra menepis tendangan nya, hhhyyyyaaaaa walaupun tangan sakit tapi putra bisa menyelamatkan gawang.
Seketika beban dikepala putra hilang dan langsung berlari menuju supporter gmfc dan bersorak sorai, dan tendangan terakhir diambil sama mas rifki, ini adalah penentu gmfc, kalu gool gmfc menang dan apa bila gagal gmfc kalah. Dan goolll. Akhirnya kemeangan berpihak kepad gmfc, setelah melewati drama yang menggetarkan bisa menang juga. Kami berhasil menyangkal perkataan orang-orang bahwa kami akan kalah telak.
Kami bergembira sangat berlebih, menang diperdelapan final aja kaya gini bagai mana kalo  menang di final bisa membakar nie genung. Ahahaahaha sekian hehehh cerita perjuangan kami diturnamen futsal sedaerah bandung selatan.










yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »