Hey..!! Indonesia Itu Negeriku..!! Bukankah Ini Negerimu Juga...???


Oke... sebelum aku banyak bicara dan sok tahu, putra mau tanya dulu ke kalian semua cukup satu pertanyaan.
 “apa yang ada dipikiran kalian apabila mendengar kata ini ‘INDONESIA’  ?
Kebanyakan anak muda jaman sekarang pasti bilang seperti ini, indonesia itu negara korupsi, aku nggak mau hidup dinegara ini lagi, aku nggak perduli dengan negara ini, aku nggak mau membangun negara ini, negara sampah, macet, hukumnya lemah, negara yang akan hancur, bodo amat sama pendidikan dinegeri ini, andai aku bisa memilih aku nggak mau lahir dinegara ini, aku malu dengan negeri ini, indonesia is nothink, dan banyak lagi cacian yang diberikan kepada ibu pertiwi.
Hmmm putra hanya bisa tersenyum mendengar orang-orang disekitar putra yang banyak bilang begitu, sebenernya sih pengen nendang itu mulut, tapi dari pada dilaporin polisi karna kasus penganiyayaan aku urungkan niat itu. Pengen bacok pake samurai, pengen ledakin kepalanya dengan nuklear, pengen marah, tapi itu bukan tindakan yang bijaksana, bukan tindakan yang arif untuk memberitahu orang lain.

Sejak dari sekolah dasar sampai sekarang kuliah tak terhitung banyaknya manusia yang tak tahu diri se-enaknya ngomong dan mencaci negeri ini(bahkan seorang mahasiswa yang katanya pikirannya dewasa, bijaksana, arif, perpandangan luas dan selalu mendahulukan kepentingan rakyatpun ikut ambil bagian dalam mencaci negeri ini dengan bahasa yang lebih mantap). Aku bahkan banyak bertanya kepada teman-teman mahasiswa tentang bagaimana problematika Negeri Indonesia?
Sebagian besar mereka langsung menjawab dari sudut pandang yang menurutku sangat-sangat tidak bijak dan jauh dari tabiat seorang mahasiswa. jawaban yang meraka berikan sama sekali tidak menjawab apa yang kita ketahui tantang Indonesia, bagi mereka ini memang hal sepele, tapi tidak menurutku, aku sakit mendengarnya.
Berkali-kali aku hanya mendengar kesan-kesan dan opini buruk tentang negeri ini. Tentang korupsinya, kebobrokan mental para penguasanya, kesejahtaraan rakyat yang ditelantarkan, sistem hukum yang timpang, penyeberan isu untuk menutup isu yang ada, dan semua sisi buruk negeri ini, semua yang meraka bicarakan hanya keburukan dan keburukan lagi, seburuk itukah negeri ini dimata mereka? Seperti itukah mahasiswa menyikapi suatu masalah? Hanya sebatas itukah pandangan mereka? Hmmm terlalu banyak pertanyaan.
Mereka hanya memberi keluhan dan cacian tanpa memberi solusi untuk memecahkan masalahnya. Kenapa tidak melihat dengan cara pandang/sudut pandang yang berbeda, tentang menghapuskan korupsi, menumbuhkan mental para penguasa yang sakit, mensejahterahkan rakyat, menegakkan sistem hukum kita,  memperbaiki sistem pendidikan kita, dan masih banya lagi yang perlu kita lakukan.
Bukankan itu lebih baik dari pada hanya mencaci dan menyela Indonesia, seharusnya kita sadar bahwa Negeri ini tidak akan pernah menjadi besar hanya dengan menerima celaan dan hinaan. Tapi Negeri ini akan lebih, lebih besar dan maju dengan tindakan yang mereka lakukan untuk negeri tercinta ini, meski itu hal yang kecil.
Entah ini pandanganku atau sebuah fakta, kebanyakan mahasiswa negeri ini terlalu tidak perduli dengan masalah sekitarnya, hanya diam melihat kesalahan yang terjadi disekitarnya, masa bodoh persetan dengan orang lain yang penting saya hidup dengan nyaman, yang penting saya bahagia persetan dengan negeri ini. Ya, kita terlalu mementingkan diri sendiri, kita selalu mengeluh terhadap sesuatu yang kita alami, kita kita kebanyakan mencaci (berbicara) dari pada bergerak.
Suatu waktu aku pernah mendengar perkataan dari teman sekelas ku, “negeri ini negeri sampah, dimana-mana banyak sampah, pantes dimana-mana terjadi banjir, kebanyakan sampah...” maaf tidak ku teruskan karena sakit telingaku mendengarnya. Lalu tak lama kemudian, setelah berkata seperti itu dia dengan seenak perutnya membuang botol minuman dan plastik makanannya(baca : sampah) kesembarang tempat. Hmmm coba kita lihat sebenarnya siapa yang sampah, negeri ini? Dan banyak lagi kasus-kasus yang serupa seperti ini.
Aku pernah mendengar dari temanku “negeri ini bodoh, kebudayaan kita saja sampai diakui negara tetangga, aku kecewa dengan negeri ini ”, sedangkan dia hanya hanya mencaci dan menyela tanpa berbuat apa-apa, seharusnya dia berbuat seuatu untuk melestarikan dan menjaga budaya Negeri ini agar dikenal, maju dan hebat, berjuang melakukan hal yang terbaik buat negeri ini supaya dia bisa membanggakan negeri ini agar tidak dicuri lagi oleh negara lain.
 Ada lagi yang seperti ini ”aku malu jadi warganegara indonesia, aku tidak mau lagi hidup dinegara ini, aku akan pindah keluar negeri”. Hey sadar bung, yang seharusnya malu itu Indonesia kenapa memiliki pemuda  seperti anda, mengijinkan menghirup udaranya, meminum airnya, makan dari sumber buminya, tanpa ada terima kasih kapadanya, malah cacian dan hinaan yang engkau beri. Memangnya negeri ini butuh orang seperti anda yang tak tau malu, egois, dan tak melakukan apa-apa. Dan sadar bung, memangnya ada negara yang mau menerima orang yang tak tau diri dan sombong seperti anda?
jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negara mu”    -John Fitzgerald Kennedy
Tidak aku pungkiri, dulu akupun seperti orang yang diatas, aku menyela bnagsa ini dengan semua masalah yang menumpuk didepan mata, dengan semua kebejatan oknum yang berkhianat, dengan semua kesengsaraan rakyat yang masih belum merdeka dinegara merdeka. Dulu aku hanya bisa menyela, mengumpat, menghina, tanpa ngasih kontribusi yang berrarti untuk ibu pertiwi yang masih dirunding sakit.
Hanya bisa ngeluh hidup dinegeri yang konon surganya bumi ii, tanpa bisa ikut membangun , menjadikan Negeri ini tempat berteduh tenang bagi jutaan rakyatnya. Akhirnya aku sadar, aku malu, aku merasa tak tau diri, aku merasa egois, hanya bisa ngomel tanpa ngasih apapun yang berarti untuk Negeri ini. Aku bangga dan bersyukur menjadi salah satu bangian dari negeri tercinta Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
Aku cinta Indonesia dengan semua gugusan ribuan pulaunya, dengan semua kebhinekaan budaya, bahasanya, dengan sejarah besarnya, semua pahlawan yang mempertaruhkan nyawanya demi ibu pertiwi, dengan semua orang-orang yang masih setia menjaga keutuhan ideologi Negerinya. Pancasila!
Ayo temanku mari kita katakan “Aku cinta Indonesia”. Apapun yang terjadi. Apapun yang orag lain katakan. Apapun yang para pejabat kita lakukan. Apapun yang orang cela tentang indonesia. Katakan, Aku cinta Indonesia. Dengan segenap jiwa dan ragaku Aku takkan mengkhianatinya. Aku cinta Indonesia. Kecintaan yang tulus terhadap bangsa ini akan terus menggerakkan Indonesia. Ketika kecintaan itu hilang, bangsa ini takkan bertahan lagi. Dan lenyap. Buka mata dan hati ketika melihat Indonesia. Indonesia adalah bangsa yang besar yang harus kita jaga keutuhannya. Sampai matipun akan kubela. Indonesia.
Buat Pemuda-pemudi Indonesia jangan lupakan Ikrar kita kepada negeri ini pada 28 Oktober 1928, “Sumpah Pemuda”.
Dan buat Mahasiswa Indonesia jangan lupa sumpah kita sebagai Mahasiswa
Kami Mahasiswa Mahasiswi Indonesia bersumpah...
1.      Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan
2.      Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan
3.      Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan
Hidup Mahasiswa...hidup rakyat...hidup rakyat...


yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar