KITA MEMILIKI NASIB YANG SAMA, MAKA PERJUANGKAN

Saat malam datang,
Aku meliat di televisi para elit politik berkelahi saling caci maki.
Mendebatkan tentang rakyat kita,
Berdebat tentang hancurnya moral bangsa, kemiskinan dimana-mana.
Tetapi, keluargaku, teman-temanku, daerahku, masyarakatku, bangsa dan negeriku,
Mereka juga memiliki nasib yang sama, dihancurkan oleh ketamakan para penguasa.
Apakah hanya orang-orang politik berkuasa saja yang boleh berbicara tentang
kedamaian dan keadilan?
Para diktator dan para koruptor telah berkembang terlalu besar dinegeri ini,
Mereka membuat perang perdebatan dipanggung politik, untuk melindungi kepentingan mereka
dan mengambil keuntungan dari semua itu.
Jika tidak melakukan itu, meraka akan haus dan kelaparan.
Tapi rakyat kecil dan kaum buruh seperti mereka,
Telah dirubah dijadikan medan perang untuk para partai politik dan penguasa besar.
Dan setiap terjadi perang, rakyat kecil seperti kitalah yang akan hancur dan miskin.
Mereka? Aahh... Mereka malah menjadi kaya dan berkuasa.
Kita semua menginginkan hal yang sama.
Kita menginginkan perdamaian dan kesejahteraan yang diidam-idamkan para leluhur kita.
Kita sebagai mahasiswa, adalah ujung tombak penggerak perubahan bangsa.
Hancur bangkitnya bangsa dan negara ini, ada dipundak kita.
Kita sebagai mahasiswa harus berani melawan arus sistem yang amburadul ini.
Kita harus ambil peran dan turuntangan untuk menyuarakan hati rakyat, yang telah terbungkam oleh perut kosong mereka sendiri.
Kita dituntut untuk jadi pemikir, penggagas, pembela, pemimpin rakyat.
Dipundak kita, ada amanat dari rakyat bangsa ini untuk melakukan perubahan tanpa berpihak pada KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME.

Bandung, 05 Desember 2013


@Koesoemapeotera

I am a person who has an inters in art, writing, technology and social activities. I concern to make some artwork, design an ads and illustration, take a photos, and etc. In writing, i like to write event reports, blog feeds, articles, reviews, content writing and some news features. In technology, i like to combine art and technology like making program, website, animation and other projects. In social activities, i like to analyze the social issue by looking at the phenomenon around, and contribute something useful to society. I can learn fast and I have good communication skills for promotional needs or presentations and can work individually or teamwork. During college, I joined several organizations, committees and communities in the social, environmental and art fields. I always wanted to keep challenging myself and looking for something new so I could develop my passion and my skills to become a more creative and productive person.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

KITA MEMILIKI NASIB YANG SAMA, MAKA PERJUANGKAN

Saat malam datang,
Aku meliat di televisi para elit politik berkelahi saling caci maki.
Mendebatkan tentang rakyat kita,
Berdebat tentang hancurnya moral bangsa, kemiskinan dimana-mana.
Tetapi, keluargaku, teman-temanku, daerahku, masyarakatku, bangsa dan negeriku,
Mereka juga memiliki nasib yang sama, dihancurkan oleh ketamakan para penguasa.
Apakah hanya orang-orang politik berkuasa saja yang boleh berbicara tentang
kedamaian dan keadilan?
Para diktator dan para koruptor telah berkembang terlalu besar dinegeri ini,
Mereka membuat perang perdebatan dipanggung politik, untuk melindungi kepentingan mereka
dan mengambil keuntungan dari semua itu.
Jika tidak melakukan itu, meraka akan haus dan kelaparan.
Tapi rakyat kecil dan kaum buruh seperti mereka,
Telah dirubah dijadikan medan perang untuk para partai politik dan penguasa besar.
Dan setiap terjadi perang, rakyat kecil seperti kitalah yang akan hancur dan miskin.
Mereka? Aahh... Mereka malah menjadi kaya dan berkuasa.
Kita semua menginginkan hal yang sama.
Kita menginginkan perdamaian dan kesejahteraan yang diidam-idamkan para leluhur kita.
Kita sebagai mahasiswa, adalah ujung tombak penggerak perubahan bangsa.
Hancur bangkitnya bangsa dan negara ini, ada dipundak kita.
Kita sebagai mahasiswa harus berani melawan arus sistem yang amburadul ini.
Kita harus ambil peran dan turuntangan untuk menyuarakan hati rakyat, yang telah terbungkam oleh perut kosong mereka sendiri.
Kita dituntut untuk jadi pemikir, penggagas, pembela, pemimpin rakyat.
Dipundak kita, ada amanat dari rakyat bangsa ini untuk melakukan perubahan tanpa berpihak pada KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME.

Bandung, 05 Desember 2013


@Koesoemapeotera