Warna-Warni



Ketika Kamu berdiri di tengah kehancuran
Ketika kamu sedang menunggu di tepi yang tidak diketahui
Dengan bencana itu, hujan turun , mengeluarkan semua isinya
Kamu ada di sana , mustahil sendiri

Apakah Kamu merasa kedinginan dan kehilangan asa
Kamu membangun harapan , tetapi kegagalan itu,
Semua yang Kamu ketahui
mengingatkan semua kesedihan dan frustrasi
Dan membiarkannya pergi , biarkan saja .


Dan dalam ledakan cahaya yang membutakan setiap malaikat
Seolah-olah langit telah meledakkan Dunia menjadi bintang-bintang
Kamu merasakan gravitasi rahmat marah,
Menjatuhkan mu ke ruang kosong
Tidak ada orang di sana untuk menangkap mu di lengan mereka

Apakah Kamu merasa kedinginan dan kehilangan asa
Kamu membangun harapan , tetapi kegagalan itu,
Semua yang Kamu ketahui
mengingatkan semua kesedihan dan frustrasi
Dan membiarkannya pergi , biarkan saja .

Biarkan saja
Biarkan saja
Biarkan saja
Biarkan saja

Apakah Kamu merasa kedinginan dan kehilangan asa
Kamu membangun harapan , tetapi kegagalan itu,
Semua yang Kamu ketahui
mengingatkan semua kesedihan dan frustrasi

Dan membiarkannya pergi , biarkan saja .

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »