Liburan Bersama Orang-Orang Nekat ke Pangandaran

anjir aku kepotong kelihatan tangan doang
Liburan, kata yang menyenangkan bagi sebagian mahasiswa yang telah dirundung rindu akan kebebasan secara otak dan mental. Setelah diterpa badai kuis, pemilu Kahim IK, tugas dan tugas besar yang bikin hati bergoyang. Bermain kepantai bersama teman-teman dekat, menikmati pemandangan melepas penat, itu merupakan hal yang sangat seru dilakukan.  Mahasiswa biasanya akan melakukannya setelah semua itu benar-benar selesai ketika mereka telah menjalani ibadah UAS, tapi berbeda dengan mahasiswa nekat seperti Esceao, kami mencuri start liburan tepatnya sehari sebelum UAS.
Dimana kebanyakan mahasiswa Tel-U sedang belajar serius sampai otak mereka kebakar, tapi kelakuan anak-anak Esceao malah bersenang-senang liburan kepantai. Yaaaps benar, ada yang salah degan cara pandang kami, kata orang-orang sih Nekat. Kami membuang beban pikiran kampus sejenak, menaruh tugas besar dan UAS dikamar kost, setelah kampanye dialogis caKahim-caWaKahim IK 2015(Ghaza-Emha) lalu langsung berangkat menuju pantai pangandaran.
Dengan tiga mobil kami berangkat beriringan, istirahat sebentar ketika ada teman yang ingin mendarat(kabanyakan sih si emha, mabuk daratnya kumat). Ada kejadian menarik waktu pemberangkatan, si ari salah satu supir di mobil cewek-cewek menunjuk kan aksinya dengan tikungan yang mematikan, sampai ada istilah “kalo punya gebetan jangan kenalin ke ari, dia dikasih kesempatan bisa nikung satu sampai tiga mobil”.
Saat matahari mengintip dicakrawala dengan cahaya yang dipantulkan diatas awan putih yang berkabut, ditambah suasana pagi di sebuah desa yang sejuk membuat damai hati, ditambah kami melewati persawahan yang hijau sejauh mata memandang membuat suasana romantisme alam pengandaran dipagi hari. Teman-teman yang lain pun termenung menikmati pemandangan yang tak dapat kita nikmati saat perkuliahan.
Sekitar jam Sembilan kami telah mendarat disebuah pantai yang masih belum banyak orang yang tahu, tempatnya masih bersih dari sampah berserakan, nama pantainya adalah pantai Batu karas. Pantai degan ombak yang bersahabat untuk berenang, kamipun main aer sekitar jam satu, setelah itu kami makan bersama dipinggir pantai. Yaah walaupun yang kami makan cukup sederhana ayam bagdad dan nasi, yang penting bisa menambah keakraban antara teman Esceao.
Setelah puas main air, yang jelas karena sudah gosong terbakar matahari sih, kami pun bilasan dan siap-siap pulang ke bandung, yap karena besok UAS. Diperjalanan kami melewati desa ciliang(Bahasa padangnya : Babi hutan), veggy salah orang padang, dia senang sekali melihat ada desa dengan nama ciliang, dan kami pun melewati sebuah sekolah SDN 1 Ciliang, disini adalah sekolah mendidik kawanan babihutan untuk menjadi ternak yang membanggakan nusa dan bangsa. Hahahaha becanda brooh.
Perjalanan pulang divisi supir berganti shift, dimobil yang aku tumpangi disupiri oleh Pak dosen(Andi). Andi teman sekelas yang cukup jenius, IPK nya mungkin kalo dibagikan ke fakir-fakir IP sekelas nggak akan habis, tampang kalem dan bersahaja. Tak disangka dia menyetir mobil seperti maen game Need For Speed (NFS), tak hanya sekali dia ngeDrift saat melewati belokan, aku dan teman-teman satu mobil shock berat sperti sport jantung gratis. Berulang kali mengerem, menikung, menyalip dengan kecepatan tinggi di mendan yang berkelok saat hujan deras. Saat itu aku hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi.
Jijik banget nihh veggy sama andi (Duo supir)

Singkat cerita, aku pingsan dijalan saat melihat cara menyetir andi, tau-tau sudah samapai dibandung pada jam satu malam. Aku langsung tidur pulas sampai keesokan paginya. Dan selamat Menjalankan Ibadah UAS bagi yang merayaknya. Semoga lain kali kita main lagi teman-teman.  #Escincau
perhatikan tangan kiri dean.
selfie 1
Makan siang nya enak banget
pasirnya hitam karena kelunturan warna kulitnya chandra kwkwkwk
main bola at pantai
keren broooh
cocok-cowok cucok
galau sepertinya
selfie 2
masih sepi yaa
selfie 3
selfie 4
selfie 5
selfie 6
selfie 7
mobil ciwi-ciwi escincau
mobil 2 cowok cucok
mobil 1 mobil game NFS

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »