Aku Belum Menjadi Pemeran Utama dalam Sejarah, BELUM.

Sambutan Pak Prof. Dr. Moch. Azhari, M.Eng., Ph.D selaku rektor Telkom University.
Hari ini salah satu hari diawal tahun yang menabjubkan buatku, malam ini Badan Kemahasiswaan Telkom University mengundang bagi seluruh Ormawa(organisasi mahasiswa) dan mahasiswa berprestasi dalam acara ramah tamah bersama rektor, di aula Fakultas Industri Kreatif. Aku datang sebagai wakil dari  UKM Pramuka Tel-U, aku datang dengan bangga sebagai perwakilan pramuka dikampus ini. Aku mengenakan pakaian kebanggaanku Sragam pramuka lengkap dengan emblem dipasang dimana-mana setiap sudut baju.
Dengan membusungkan dada karena rasa ingin menunjukkan kepada seluruh pemuka UKM di Telkom University bahwa ada Ukm Pramuka dikampus ini yang siap membentuk karakter bangsa, hahahahaha. Akan tetapi, saat aku memasuki ruangan yang penuh dengan pemuka UKM, tak ku sangka kebanyakan mereka melihatku dengan aneh, ya mungkin mereka berfikir kepramukaan hanya sampai SMA saja atau entahlah, aku juga tak tahu apa yang mereka pikirkan.

Bukan itu inti tulisanku ini, tapi intinya aku mengalami tamparan keras ketika berada diruangan ini ketika acara telah memasuki sesi pemberian apresiasi kepada mahasiswa berprestasi. MC membacakan prestasi-prestasi mahasiswa Telkom University yang mendapatkan penghargaan selama tahun 2014 yang lalu. Tak disangka banyak sekali prestasi yang telah dicapai kampus yang baru diresmikan satu tahun silam ini.
Prestasi nasional maupun internasional telah diraik oleh mahasiswa-mahasiswi terbaik kampus ini, terakhir minggu lalu, tim perancangan model berhasil lolos seleksi dan akan berangkat ke Barcelona, Spanyol minggu depan. Seketika aku teringat dengan tekat ku yang dulu kutulis besar-besar di dinding kamar ku, bahawa aku akan membawa nama Telkom University kekancah internasional entah dengan kejuaraan apa.
Orang-Orang Luar Biasa Kampus Ini.
Ditambah aku merasa begitu iri, dengan teman-teman yang telah dipanggil keatas panggung untuk diberi piala dan penghargaan atas prestasi yang telah mereka sumbangkan untuk kampus tercinta ini, mereka begitu senang saat berfoto dengan rektor, dan pasti ibu mereka sangat senang sekali melihat anak mereka sebagai pemenang. Hingga saat ini aku hanya duduk menyaksikan dari banyak hal hebat, melihat orang-orang hebat menulis sejarah besar. Dan aku belum menjadi pemeran utama dalam momen hebat itu. BELUM.


yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »