8 Sifat dan Perilaku Seseorang Dilihat dari Parsisipasinya dalam Suatu Kerjasama Tim

Hari ini qurban euy, sebelumnya saya ucapkan:
“selamat Hari Idul Adha buat temen-temen yang merayakan, entah itu merayakan dirumah dengan keluarga maupun diperantauan. yang diperantauan jangan, sedih setidaknya kalian akan memakan makanan yang bergizi(makan daging) untuk beberapa hari kedepan.”
Seperti tahun-tahun sebelumnya griya mahasiswa(tempat tinggal putra dibandung) selalu mengadakan qurban dengan deretan rangkaian acara seru yang beruntun bebrapa hari kedepan. Selain libur kuliah, pengajian rutin magrib-subuh pun diliburkan, diganti dengan acara senang-senang yang telah disiapkan oleh panitia qurban(anak baru).
Tapi kali ini saya nggak akan cerita tentang bagaimana acara qurban digriya tahun ini, namun saya akan menulis tentang “Sifat-Sifat dan Perilaku Seseorang Dilihat dari Parsisipasinya dalam Suatu Pekerjaan(sebagai contoh diacara qurban kali ini) Tim”. Lebih tepatnya sih dalam setiap acara, entah itu pekerjaan dalam melaksanakan tugas atau acara apapun pokoknya dalam lingkup kerjasama.
Berikut ciri-ciri perilaku seseorang tersebut:
1. Pekerja (Totalitas)
via republika.co.id
Perilaku pertama adalah sifat yang sangat umum dalam suatu acara dimanapun yaitu sifat pekerja dimana orang-orang tipe ini sibuk bekerja, sesuai tanggung jawabnya masing-masinng. Setelah pekerjaan nya selesai maka dia akan menawarkan bantuan kepada teman-teman yang lainnya agar pekerjaan itu selesai dengan cepat dan baik. Tipe ini tidak akan istirahat sebelum tugasnya selesai(saat potong-potong daging selesai).

2. Tukang Eksis (Pencitraan)
via duniafitnes.com/
Sifat ini biasanya melekat pada orang-orang yang suka eksis tanpa kerja maupun kerja, dimana saat teman-teman yang lain sedang sibuk dengan tugasnya potong-potong daging, ngedata warga, ada yang masak, ada yang tukang pubdok. Orang ini entah tidak tau mau bantu apa, atau memang nggak kebagian kerjaan. Dia asik muter-muter, mondar-mandir melihat temanya potong-potong daging, kalau ada yang foto dia ikutan sambil memegang daging sok-sok’an ikut ngebantu temanya potong daging setelah difoto lalu dagingnya ditaruh lagi. Lalu kembali mondar-mandir lagi.


3. Kritis (baca: Banyak Bacot Bicara)
via http://berbinarbinar.com/
Orang dengan sifat ini biasanya ikut ngebantuin motong daging, kadang ada juga yang nggak ikut ngebantuin, tapi intinya saat bekerja dia lebih banyak mengkritik orang daripada kerjanya, contoh: “itu dagingnya dipotong jangan gede-gede!” “jangan terlalu kecil juga!”, “woyyyy, minum mana minum? Auss nihh!!”, “kapan makan nihh capekk euuyy”, “itu motong tulangnya kurang pendek dua centi deh, coba potong lagi!!” dan banyak lagi. Jika kalian menemukan orang kaya gini pukul aja kepalanya pake kaki sapi.

4. Tukang Ngatur-ngatur
via blog.tokopedia.com
Nah manusia seperti ini pasti ada disetiap acara, orang yang suka ngatur-ngatur tapi dia nggak ada hak(bukan panitia) untuk ngatur diacara itu, biasanya ini sifat dari lahir orang yang suka ngatur tapi nggak tau porsi dan tempatnya. Syukur-syukur kalo dia mau bantu ngerjain, kalo nggak? Kan djancuk juga tuh orang, contohnya “tuh dagingnya dipotong-potong!!”, “lu sana bagian bersihin jeroan sapi!!”, “sana-sana lu tidur aja!!”, dan sebagai nya.

5. Perusuh(pemecah suasana)
via google 
Nah tipe pesuruh itu ada dua artian, pertama perusuh yang membuat suasana cair, membawa suasana acara jadi meriah dan penuh canda, orang-orang yang kaya begini nih yang harus dipelihara dan dikembang biak kan agar suasana acara kalian jadi rame. Dan perusuh tipe kedua adalah perusuh yang justru membuat suasana menjadi buruk, malah terkesan boring, contohnya: ketika banyak orang ketawa karena joke orang A, namun ada Orang B yang mencoba ngeJoke tapi garing parah, ngerusak suasana banget dah.

6. Pemimpin Sejati
via http://majalahmesinbisnis.com/
Manusia ini jarang sekali ada, kalo diprobabilitaskan ya 1:100 lah. Orang tipe ini adalah calon imam keluarga yang ideal, orangnya rajin bekerja, memberi contoh dengan tindakan, ketika temen-temennya yang lain duduk-duduk dia dengan inisiatifnya langsung membantu teman yang butuh bantuan, mengerjakan sesuatu, dia tahu apa yang harus dikerjakan, bisa diatur dan bisa ngatur yang lain namun dia tahu porsinya dan bisa menempatkan diri dengan baik. Humoris, bisa membawa teman-teman yang lain bekerjasama dengan baik dan selalu menjadi panutan yang lain.

7. Apatis (Yang penting Gue Enak)
via google
Nah orang-orang kaya begini harus dirangkul(diajak dan didekati) jangan malah dibiarkan, karena orang yang selalu memikirkan dirinya sendiri, contohnya disaat yang lain-lain menyincang daging qurban dia asik sendiri dengan HP nya atau malah nongkrong sendiri melihat teman-temanya bekerja. Kadang malah tidak perduli dengan apa yang dilakukan teman-temanya. Yaa Bahasa enaknya mah Bodo Amat.

8. Penyemangat (Bantu Doa doang)
via 1Cak.com
Yang terakhir adalah manusia yang selalu ada diacara, namun ketika melihat teman-temanya bekerja dia tidak turun tangan langsung namun hanya menyemangati teman-temanya dengan doa dan dorongan perasaan, ya bisa dibilang tim Doa.

Oke mungkin segitu saja yang dapat saya simpulkan dari melihat acara qurban kali ini, mungkin bagi temen-temen ada yang mau menambahkan dari pembagian tipe-tipe kepribadian manusia didalam kerjasama tim. Jika mau nambahin bisa tulis dikomentar dibawah ini.


yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »