Aku bukan Aku, Aku adalah Kamu



Aku hidup di zaman kata orang...
Apapun yang aku pahami harus sama dengan pemahaman orang...
Segala yang aku perbuat harus sama dengan perbuatan orang...
Semua yang aku pikirkan harus serasi dengan pikiran orang...

Aku ingin bekerja, pekerjaan baik hanya yang bersepatu dan berdasi, kata orang...
Aku ingin belajar, belajar yang benar harus pakai seragam di dalam ruangan, kata orang...
Aku ingin bicara, bicaralah bila aku sudah punya uang, kata orang...
Aku ingin didengar, bersuaralah bila aku sudah terkenal, kata orang...
Aku ingin bahagia, kebahagiaan itu bila aku sudah kaya, kata orang...

Aku hidup di zaman prasangka orang...
Aku dermawan, kata orang aku hanya megharap imbalan...
Aku bekerja, kata orang aku haus urusan duniawi saja...
Aku coba bicara, kata orang aku hanya bersandiwara...
Aku hanya berfilsafat, kata orang aku ini sudah sesat...
Aku hanya berfikir, kata orang aku ini sudah kafir...
Aku pilih diam, kata orang aku dungu apa-apa tak paham...
Aku pakai sorban, kata orang aku radikal...
Aku pakai kopiah, kata orang aku ahli bid'ah...

Aku hidup di zaman menurut orang...
Aku harus percaya pada kebenaran, kebenaran yang di sepakati orang...
Aku harus percaya pada berita, berita yang di atur-atur orang...
Aku harus percaya pada pengetahuan, pengetahuan yang di rancang orang...
Aku harus percaya pada sejarah, sejarah yang di jungkir-balikkan orang...
Aku harus makan, makanan yang menurut orang lezat...
Aku harus minum, minuman yang menurut orang sehat...
Aku harus pakai, pakaian yang menurut orang terhormat...

Aku bukan aku, kehendakku bukan kehendakku, Aku adalah jiwa yang terkungkung dalam hasrat orang lain...
Aku bukan aku, pikiranku bukan pikiranku, aku adalah akal yang terpenjara di dalam kemauan orang lain...
Aku bukan aku, aku adalah kamu...
Kamu bukan kamu, kamu adalah mereka...
Mereka bukan mereka, mereka adalah orang lain...

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »