Mahasiswa kok kalah sama OSIS :p



Video yang direkam tahun 2008 ini, baru diunggah kepublik pada 19 Agustus lalu oleh akun youtube yus uda sedikit dari kita yang tahu, video ini sempat membuat saya bahagia sekaligus haru. Bangga karena ada generasi muda yang berani menjebol system yang dzolim(merusak), haru harena tidak terjadi dikampusku. Walau pun status meraka siswa SMA(pada tahun 2008) mereka berani membongkar praktek korupsi di lingkungan sekolah mereka, dengan diawali dengan keingin tahuan transparasi dana kegiatan organisasi.
Namun, kita? Setingkat Mahasiswa dengan sederet julukan yang membusungkan dada(Agent of change, iron stock, moral force dan entah apalagi sebutannya yang disebutkan dari Bahasa asing), yang dianggap manusia-manusia yang terdidik/berintelektual tak mampu mempertanyakan “Berapa dana yang diterima yayasan? Berapa dana yang dialokasikan kepada kegiatan mahasiswa?”  intinya mempertanyakan transparasi dana yang telah setiap semester kita bayarkan. Masa BEM kalah dengan siswa SMA yang mempertanyakan anggaran mereka dipotong semaunya. Tidak usah banyak ketikan langsung saja liat videonya dibawah ini:

Siswa Ini Mengungkap Korupsi Para Guru di Sekolahnya dengan Cerdas dan Rapi. Apa Kamu Berani seperti Mereka? Korupsi telah menjadi budaya, melekat dalam sistem, bahkan menjamur di institusi pendidikan. Siswa-siswa ini tidak ingin praktik korupsi tersebut berlangsung terus menerus. Mereka ingin perubahan, mereka ingin korupsi hilang di Indonesia, minimal dari lingkungan sekolahnya. Mereka pun bergerak dengan cerdas dan rapi, mengumpulkan bukti-bukti, berkas-berkas, mengorganisir aksi demo. Mereka bahkan mampu menghubungi media massa, agar semua orang tahu, apa kebusukan yang terjadi di sekolah mereka.
Semua tekanan mereka hadapi dengan berani. Usia mereka boleh jadi masih muda, tapi cara mereka berpikir dan bertindak, sangat dewasa. Mereka inilah generasi penerus yang diperlukan oleh bangsa!

Sumber: akun Fanspage Facebook Indozone(@indozonemedia)

yang mampumenggambarkan kehidupan gw cuma puisi nya chairil anwar Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »